Rabu, 15 Februari 2012

Riset Unggulan Daerah Provinsi Jawa Tengah


1.  Penerapan Teknologi Pengering Fluidisasi untuk Peningkatan Kapasitas dan Kualitas Produk UKM Tepung Tapioka di Kabupaten Pati
oleh : Dr. Ing. Suherman, ST, MT dan Aprilina Purbasari, ST, MT - Universitas Diponegoro

BAB I
PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang
Industri tapioka di Kabupaten Pati merupakan kategori industri kecil/rumah tangga, tersebar di lima desa dengan jumlah sebanyak 399 pengrajin, dimana profil lengkapnya bisa dilihat pada Tabel 1. Melihat potensi ini, maka industri tapioka pati menjadi sangat mempengaruhi kehidupan perekonomian masyarakat sekitar.


Tabel 1. Profil UKM Tapioka di Kabupaten Pati
Parameter Data
Jumlah UKM Ngemplak Kidul : 322, Sidomukti : 63, Waturoyo : 10, Tanjungrejo : 3, dan Soneyan : 1
Bahan baku 5 - 25 ton singkong / ukm/ hari, atau 2875 ton/hari
Tenaga kerja 4989 orang (terlibat langsung), dan 2395 orang (tidak terlibat langsung dalam proses produksi)
Produk Tapioka 1581 ton basah/hari, atau 920 ton kering/hari
Nilai ekonomi produk Rp 3162 milyar/hari (basah), atau Rp 322 milyar/hari (kering)

Kendala utama yang dihadapi UKM Tapioka Sidomukti adalah teknologi proses pengeringan produk. Pada musim penghujan, proses produksi terhambat karena menumpuknya produk basah pada bak pengendapan akibat produk tidak bisa dikeringkan (dijemur dengan menggunakan sinar matahari), bahkan beberapa pengrajin menghentikan kegiatan produksi. Bila produk dijual dalam kondisi basah, maka keuntungan UKM akan lebih kecil, karena harga produk dalam keadaan basah Rp 2.150/kg (kadar air 40%), jauh lebih murah dibandingkan dalam keadaan kering Rp 3.300/kg (kadar air 14%).


2.  Inovasi Teknologi Pupuk Kandang Plus pada Sistem Integrasi Tanaman Jagung dan Peternakan Sapi Potong (Brangus) di Kabupaten Sragen

3.  Pembuatan Zat Warna Alami dalam Bentuk Powder untuk mendukung Industri Batik di Jawa Tengah

4.  Strategi Peningkatan Daya Saing Bisnis melalui Pemanfaatan E-Commerce pada Klaster Makanan Ringan "Karya Boga" Kota Magelang

5.  Pemberdayaan Ekonomi Lokal melalui Pengembangan Inovasi Jenis Produk Bordir di Kabupaten Kudus